Kunci Keberkahan Hidup
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
(QS: Al-A’raf Ayat: 96)
Sumber kebahagiaan hidup, yang menjadi dambaan setiap orang, hanyalah Alloh SWT yang Maha Rahman dan Rahim. Salah satu sebab kebahagiaan adalah adanya keberkahan yang Alloh anugerahkan dalam kehidupan ini. Kunci meraih keberkahan hidup adalah benar serta kokohnya keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT.
Keberkahan didefinisikan sebagai kebaikan yang bersumber dari Alloh yang ditetapkan atas sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah manfaat dan kebaikannya, untuk meraih kebahagiaan.
Buya Hamka dalam tafsir Al Azhar menguraikan bahwa keimanan dan taqwa kepada Alloh akan membuka pintu rezeki, sebab pikirannya terbuka dan ilhaam pun datang. Mampu membangun silaturahmi dan kerjasama yang baik. Sehingga turunlah keberkahan dari langit dan menyembur berkah dari bumi. Beliau menyebutkan bahwa keberkahan ada dua macam, yaitu:
1. Yang hakiki, yaitu berupa hujan yang membawa kesuburan bumi, maka suburlah tumbuhan dan keluarlah segala hasilbumi.
2. Yang maknawi, yaitu timbulnya fikiran-fikiran yang baru dan petunjuk dari Alloh, baik berupa wahyu yang dibawakan oleh Rosul atau ilham yang ditumpahkan oleh Alloh kepada orang-orang yang berjuang dengan ikhlas.
Keberkahan yang diberikan Alloh kepada orang-orang yang beriman bisa dibagi dalam 3 bentuk berikut ini:
1. Berkah dalam makanan, syarat memperoleh keberkahan dalam makanan adalah halal dan thoyyib. Sebagaimana firman Alloh : “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. (Al Maidah : 88)
Bagi orang beriman , makanan bukan sekedar untuk mengenyangkan. Namun bernilai ibadah, maka ia harus meperhatikan aspek halal dan thoyyib, dari sisi cara mendapatkannya, kandungan zatnya dan cara pengolahannya termasuk berdoa ketika makan. Sehingga apa yang kita makan , akan Alloh tambahkan kebaikan dan manfaatnya, serta menjadikan kita semakin bersemangat dalam menunaikan ibadah kepada-Nya.
Sebaliknya kita harus menghidari makanan yang haram, selain tidak berkah dan tidak menyehatkan, hal ini pun termasuk sebagai penghalang atas dikabulkannya doa kita oleh Alloh SWT.
2. Berkah dalam keturunan, Keberkahan dalam keturunan adalah dengan lahirnya anak cucu yang shaleh. Generasi yang shaleh akan lahir dari orang tua yang shaleh pula serta mendidiknya secara benar dan baik. Keturunan yang shaleh, tidak hanya membawa keberkahan ketika seseorang masih hidup, bahkan ia menjadi investasi pahala yang terus mengalir ketika sudah wafat dan di akhirat kelak. Selain membawa kebahagiaan dan penyejuk hati, anak juga bisa menjadi ujian dan musibah apabila tidak dididik berlandaskan iman dan mengharapkan bimbingan Alloh.
3. Berkah dalam waktu, waktu yang tersedia dimanfaatkan untuk kebaikan , suatu keberkahan yang menghindarkan kita dari kerugian. Oleh karena itu agar umur semakin berkah harus diiisi dengan iman, amal shaleh., saling menasehati dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Sebagaimana firman Alloh :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
(Al Ashr : 1-3)
Adapun kunci untuk memperoleh keberkahan hidup, diantaranya ada 2 upaya, yaitu :
1. Iman dan taqwa yang benar dan kokoh. Hati beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Rosul, membenarkannya dan mengikutinya serta bertaqwa dengan melaksanakan ketaatan dan meninggalkan perkara yang diharamkan.
2. Berpedoman dan mengamalkan nilai-nilai Al qur’an. Sebagaimana firman Alloh : “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” ( Shaad : 29). Al Qur’an dan Al Hadits merupakan warisan Rosululloh yang apabila kita berpegang teguh kepadanya, niscaya tidak akan pernah tersesat selamanya.
Dirangkum dari : Bulettin Da’wah DDII edisi 14 Juni 2013 (penulis Muhammad Zaini)
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
(QS: Al-A’raf Ayat: 96)
Sumber kebahagiaan hidup, yang menjadi dambaan setiap orang, hanyalah Alloh SWT yang Maha Rahman dan Rahim. Salah satu sebab kebahagiaan adalah adanya keberkahan yang Alloh anugerahkan dalam kehidupan ini. Kunci meraih keberkahan hidup adalah benar serta kokohnya keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT.
Keberkahan didefinisikan sebagai kebaikan yang bersumber dari Alloh yang ditetapkan atas sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah manfaat dan kebaikannya, untuk meraih kebahagiaan.
Buya Hamka dalam tafsir Al Azhar menguraikan bahwa keimanan dan taqwa kepada Alloh akan membuka pintu rezeki, sebab pikirannya terbuka dan ilhaam pun datang. Mampu membangun silaturahmi dan kerjasama yang baik. Sehingga turunlah keberkahan dari langit dan menyembur berkah dari bumi. Beliau menyebutkan bahwa keberkahan ada dua macam, yaitu:
1. Yang hakiki, yaitu berupa hujan yang membawa kesuburan bumi, maka suburlah tumbuhan dan keluarlah segala hasilbumi.
2. Yang maknawi, yaitu timbulnya fikiran-fikiran yang baru dan petunjuk dari Alloh, baik berupa wahyu yang dibawakan oleh Rosul atau ilham yang ditumpahkan oleh Alloh kepada orang-orang yang berjuang dengan ikhlas.
Keberkahan yang diberikan Alloh kepada orang-orang yang beriman bisa dibagi dalam 3 bentuk berikut ini:
1. Berkah dalam makanan, syarat memperoleh keberkahan dalam makanan adalah halal dan thoyyib. Sebagaimana firman Alloh : “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. (Al Maidah : 88)
Bagi orang beriman , makanan bukan sekedar untuk mengenyangkan. Namun bernilai ibadah, maka ia harus meperhatikan aspek halal dan thoyyib, dari sisi cara mendapatkannya, kandungan zatnya dan cara pengolahannya termasuk berdoa ketika makan. Sehingga apa yang kita makan , akan Alloh tambahkan kebaikan dan manfaatnya, serta menjadikan kita semakin bersemangat dalam menunaikan ibadah kepada-Nya.
Sebaliknya kita harus menghidari makanan yang haram, selain tidak berkah dan tidak menyehatkan, hal ini pun termasuk sebagai penghalang atas dikabulkannya doa kita oleh Alloh SWT.
2. Berkah dalam keturunan, Keberkahan dalam keturunan adalah dengan lahirnya anak cucu yang shaleh. Generasi yang shaleh akan lahir dari orang tua yang shaleh pula serta mendidiknya secara benar dan baik. Keturunan yang shaleh, tidak hanya membawa keberkahan ketika seseorang masih hidup, bahkan ia menjadi investasi pahala yang terus mengalir ketika sudah wafat dan di akhirat kelak. Selain membawa kebahagiaan dan penyejuk hati, anak juga bisa menjadi ujian dan musibah apabila tidak dididik berlandaskan iman dan mengharapkan bimbingan Alloh.
3. Berkah dalam waktu, waktu yang tersedia dimanfaatkan untuk kebaikan , suatu keberkahan yang menghindarkan kita dari kerugian. Oleh karena itu agar umur semakin berkah harus diiisi dengan iman, amal shaleh., saling menasehati dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Sebagaimana firman Alloh :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
(Al Ashr : 1-3)
Adapun kunci untuk memperoleh keberkahan hidup, diantaranya ada 2 upaya, yaitu :
1. Iman dan taqwa yang benar dan kokoh. Hati beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Rosul, membenarkannya dan mengikutinya serta bertaqwa dengan melaksanakan ketaatan dan meninggalkan perkara yang diharamkan.
2. Berpedoman dan mengamalkan nilai-nilai Al qur’an. Sebagaimana firman Alloh : “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” ( Shaad : 29). Al Qur’an dan Al Hadits merupakan warisan Rosululloh yang apabila kita berpegang teguh kepadanya, niscaya tidak akan pernah tersesat selamanya.
Dirangkum dari : Bulettin Da’wah DDII edisi 14 Juni 2013 (penulis Muhammad Zaini)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar